Site Loader

Shanghai merupakan salah satu kota metropolitan di negara yang memiliki populasi terbanyak di jagat ini. Denyut nadi kehidupan penduduk terekam dalam kunjungan singkat saya di kota ini.

Setelah keluar dari area Bandara Internasional Pudong, kami menuju ke salah satu bangunan pencakar langit yang ada di Shanghai, yaitu Oriental Pearl Tower.

Oriental Pearl Tower memiliki ketinggian 468 meter dan digunakan sebagai pemancar radio dan TV, selain itu bangunan ini juga digunakan sebagai hotel, restaurant serta ruangan untuk melihat pemandangan sekeliling dari atas yang terbuat dari lantai kaca. Bentuk bangunannya unik seperti roket yang tinggi menjulang dengan 3 bola besar di tubuh bangunan tersebut, membuat wisatawan akan melirik bangunan ini.

Pemandangan dari atas bangunan ini sungguh luar biasa karena bisa melihat kehidupan kota Shanghai dengan hiruk pikuknya orang, kendaraan, kapal tongkang, dan ferry bermuatan orang ataupun ferry pengangkut barang yang berlalu lalang di sungai sebagai penanda kegiatan ekonomi negara ini. Pada malam hari pemandangan menjadi lebih indah dengan adanya hiasan lampu yang berasal dari gedung di sekitarnya.

Tujuan berikut adalah Yu Garden atau Yu Yuan Garden. Walaupun Shanghai sudah menjadi kota metropolitan, namun pembangunan kota tetap melestarikan taman Yu atau Yu Yuan Garden, sebuah taman yang membawa kita seperti melihat kembali ke zaman dinasti Ming sekitar 1368 – 1644. Taman ini dibangun oleh Pan Yuduan, seorang pejabat istana saat itu, untuk dipersembahkan untuk orang tua dari Pan. Taman ini memiliki bangunan dengan arsitektur khas China zaman dulu lengkap dengan ukiran di atapnya, pilar-pilar merah yang besar, gapura dan pintu kayu yang kokoh serta taman yang nyaman dengan kolam ikannya. Saat ini taman ini dibuka untuk umum.

Setelah berkeliling di taman Yu, tujuan berikutnya adalah The Bund yang berada di tepi Sungai Huangpu. Kawasan ini bermula dari jembatan Waibadu sampai East Jinlin Road. Pada pagi hari kawasan ini dipenuhi dengan kegiatan warga yang berolah raga tradisional seperti Tai Chi dan siang hingga malam hari dipenuhi oleh wisatawan yang melihat bangunan-bangunan lama dan modern di sekitar The Bund ataupun menjadi tempat foto pengantin. Malam hari lebih bagus lagi karena adanya lampu warna warni dari gedung sekitarnya.

Kunjungan terakhir adalah ke Nanjing Road, sebuah pertokoan bergaya modern seperti di Eropa. Kebetulan kami berkunjung saat matahari telah terbenam sehingga warna warni lampu gedung mempercantik kehidupan malam di jalan Nanjing ini.

Tanpa terasa hari telah larut dan tibalah waktunya untuk beristirahat.

irkusnardi

Explore The World and Taste Their Culinary

2 Replies to “24 jam di Shanghai”

Leave a Reply

Translate

Subscribe to get updates