Site Loader

Last Updated on

Perjalanan pada pagi hari ini di awal Mei 2018, kami menuju Vatican City, sebuah kota mini yang terletak di dalam kota Roma, sebuah kota di dalam kota. Dari hotel kami yang terletak di sekitar stasiun kereta api Termini, kami naik Metro line A dari stasiun Termini (dengan tujuan akhir stasiun Battistini) dan turun di stasiun ke 6, yaitu stasiun Ottaviano kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki menuju Vatican Museum yang tiketnya sudah kami beli secara online di sini.

Kami beli tiket untuk masuk jam 9 pagi dan kami bersyukur karena sudah beli tiket secara online karena antriannya ada 2 baris yaitu yang beli online (lebih pendek antriannya) dan yang beli tiket di loket yang antriannya panjang sekali, sehingga kami dapat menghemat waktu kami.

Di dalam museum akan terlihat berbagai peninggalan zaman dahulu berupa patung, lukisan, ukiran maupun peta.



Karena kami beli tiket masuk ke museum dan Sistine Chapel, setelah melihat-lihat di museum Vatican, akhirnya kami tiba di Sistine Chapel, kapel ini penuh dengan lukisan dinding termasuk langit-langit nya pun dilukis juga. Di Sistine Chapel terdapat lukisan maha karya dari Michelangelo, yaitu saat Allah memberi kehidupan untuk Adam, manusia pertama, lukisannya terletak di baris tengah ke 4 dari kanan dalam foto di bawah ini.

Saat berada di Sistine Chapel, pengunjung diharuskan untuk hening dan banyak petugas keamanan yang siap sedia menegur pengunjung yang berisik ataupun tidak disiplin.

Tibalah kami di tangga putar yang bagus sekali dan tangga tersebut double layer dalam arti ada ruang kosong yang seolah-olah menyatu dengan tangga. Jadi kalau kita turun maka kita akan turun dari lantai 1 lalu lantai 3 dan basement. Tangga di lantai 2 nya tidak kita lewati saat turun ke basement. Lihatlah foto di bawah ini.

Di dalam bangunan ini tersedia juga kantor pos untuk mengirimkan postcard yang bisa dibeli di toko didalam museum, juga tersedia pula kantin, jadi jangan khawatir bila merasa haus ataupun lapar karena lelah berjalan mengelilingi museum dan Sistine Chapel, hot chocolate nya enak loh …

Setelah puas berada di dalam ruangan, maka tujuan selanjutnya adalah Basilika Santo Petrus sebuah bangunan besar yang digunakan saat Paus (pejabat tertinggi dalam agama Katolik) menyapa pengunjung yang berada di halaman atau memimpin misa.

Sayang ketika kami berkunjung cuaca kurang bersahabat karena hujan yang tiba-tiba membasahi halaman Basilika Santo Petrus, sehingga kami tidak bisa menikmati keindahan bangunan di sekitarnya.

Tanpa terasa kami menghabiskan waktu sekitar 4 jam di sini, tandanya kami harus melanjutkan perjalanan kami. Keindahan kota Vatican membuat kami takjub karena isi koleksi museumnya serta bangunan yang dibuat mulai abad ke 15 ini masih berdiri kokoh.

irkusnardi

Explore The World and Taste Their Culinary

Leave a Reply

Translate

Subscribe to Blog via Email

Meet me on Twitter

About the Author

Welcome to ceritaiwan. Hi, my name is Iwan. I create…