Site Loader
ijen

Kawah Ijen merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Timur yang terkenal hingga ke manca negara karena daya tariknya berupa fenomena api biru “Blue Fire”. Ya, api biru yang membuat kami tertarik untuk menyaksikan fenomena alam ini …

Persiapan

Sebelum mulai perjalanan persiapkan tongkat, masker, senter, jaket tebal, syal, topi, sarung tangan, serta ransel yang ringan yang diisi jas hujan dan konsumsi, bawalah minuman dan makanan ringan seperti roti & coklat karena diperlukan untuk memulihkan stamina.

Memulai pendakian

Jarum jam menunjukkan pk. 1 dinihari saat kami memulai mendaki dan jalan setapak sudah terisi banyak wisatawan baik yang sendiri maupun yang rombongan. Kecepatan berjalan harus diatur agar napas tidak tersengal-sengal, lebih baik lagi bila jalan setapak demi setapak dan ketika merasa capek istirahat sejenak. Awal perjalanan adalah yang terberat karena jalan mendaki sekitar 45 derajat sepanjang kurang lebih 3 km (informasi dari pemandu kami) dengan jalan yang tidak selalu lurus, kadang menikung tajam membentuk huruf U dan karena udara semakin tipis, maka walaupun kaki masih sanggup berjalan namun napas mulai ngos-ngosan tanda harus istirahat sejenak sampai napas sudah mulai teratur kembali yang berarti saatnya untuk melanjutkan perjalanan, begitu seterusnya sampai bertemu satu satunya warung yang saat kami tiba, warung itu sudah penuh sesak oleh wisatawan sehingga kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Berita bagusnya setelah melewati warung, jalan sudah tidak terjal lagi cenderung mendatar. Senter yang kami bawa membantu untuk melihat dalam kegelapan, mengingat kondisi jalan setapak yang kadang berbatu-batu, ataupun jurang di samping kita. Sebenarnya bila ada rombongan di depan ya tinggal mengekor aja, namun ketika kita berada di barisan terdepan maka perlu senter karena gelap sekali di sekitar kita. Ketika angin bertiup maka hawa dingin mulai menusuk dan telinga harus ditutup oleh topi atau syal serta tangan juga dibalut oleh sarung tangan.

Ketika tiba pukul 3 subuh, pemandu wisata lokal kami berkata bahwa tidak terlihat blue fire karena tertutup oleh tebalnya kabut dan pemandu menawarkan untuk mengirim video dan foto blue fire dari ponselnya. Karena gagal melihat blue fire, kami meneruskan menuju puncak untuk menantikan matahari terbit. Lihatlah di bawah ini foto-foto pemandangan tersebut.

Ketika hari sudah terang dan kami turun, terlihat beberapa penjual belerang sebagai souvenir dari Ijen seperti di foto dibawah ini

Kami menggunakan ojek seperti gambar di atas, sebenarnya itu adalah alat pengangkut belerang dari kawah, namun kadang diubah fungsinya dengan menambah alas busa agar nyaman diduduki oleh wisatawan. Bila kita sewa untuk naik ke puncak, ojek ini ditarik oleh 3 orang (2 orang di depan untuk menarik dan 1 orang lagi yang mengemudikan di belakang) namun bila kita sewa dari atas untuk turun ke pintu masuk maka ojek ini dikendalikan 1 orang yang mengemudikan saja dari belakang. Kadang kami ketakutan saat ojek ini belok huruf U, namun rupanya pengemudinya sudah mahir dan hafal jalur sehingga penumpangnya bisa aman dan nyaman.

Nah, bagaimana? Tertarik dengan keindahan Ijen? Ayo buat jadwal untuk berkunjung …

irkusnardi

Explore The World and Taste Their Culinary

Leave a Reply

Subscribe to Blog via Email

Meet me on Twitter

About the Author

Welcome to ceritaiwan. Hi, my name is Iwan. I create…