Site Loader

Apakah pernah terlintas sebuah kota yang dikelilingi oleh air, dan bebas dari asap polusi kendaraan bermotor? Apakah ada kota seperti itu? Nah, kota Venezia lah jawabannya, karena kota ini dikelilingi oleh air dan tidak ditemukan kendaraan bermotor di sini. Alat transportasi yang ada adalah Gondola, dan Vaporetto (biasa disebut juga water bus) serta tentunya jalan kaki. Walaupun tidak ada kendaraan bermotor, kota ini adalah salah satu tempat tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh turis manca negara sepanjang tahun, apalagi saat musim panas. Apakah anda juga salah satu yang memiliki impian untuk berkunjung ke Venezia?

Bila anda berencana untuk bermalam di Venezia saran dari saya, hindari menginap di dekat area wisata yang berada di tengah pulau karena harga akomodasinya lebih mahal daripada harga akomodasi yang berlokasi di daratan, menginaplah di daerah Venezia Mestre. Saat kami berkunjung, kami memilih menginap di AO Hotel Venezia Mestre karena lokasinya dekat dengan stasiun kereta api Venezia Mestre serta dekat dengan halte bis yang akan mengantar anda menuju pulau Venezia.

Untuk menuju ke lokasi Venezia yang ada gondola seperti di foto maupun di film The Tourist (film tahun 2010 yang dibintangi Johnny Depp dan Angelina Jolie) dari Venezia Mestre ada pilihan moda transportasi seperti naik kereta api, atau naik bis melewati jembatan penghubungnya. Oh ya di Venezia ada yang namanya Venezia Unica, yaitu tiket transportasi yang berlaku di Venezia dan anda bisa membeli tiket transportasi ini secara online di sini.

Setiba di stasiun bis di pulau Venezia kami pilih vaporetto untuk menuju San Marco, sekalian merasakan suara air yang mengelilingi Venezia. Sebenarnya bila telah sampai di pulau Venezia bisa dengan berjalan kaki menyusuri lorong-lorong yang banyak berisi toko ataupun rumah tinggal seperti apartemen kecil.

Karena menggunakan jalur air menuju alun alun San Marco, maka setelah keluar dari terminal Feri San Marco, langung terlihat 2 kolom / tugu berbentuk lingkaran yang diatasnya ada patung singa dan patung orang. Ternyata itu yang dinamakan Columns of St. Mark dan St. Theodore dan yang bergambar singa adalah column of St. Mark.

Columns of St. Mark and St. Theodore

Disamping kiri Column St. Theodore adalah bangunan yang bernama Biblioteca Nazionale Marciana salah satu perpustakaan tertua di Venezia.

Bangunan di sebelah kanan column St. Mark adalah Pallazo Ducale atau biasa disebut juga dengan Doge’s Palace, yang dahulunya adalah sebuah istana dan sekarang dijadikan museum.

Setelah melewati ke 2 bangunan di atas, tibalah di Piazza San Marco, sebuah alun-alun besar yang dikelilingi oleh bangunan tinggi seperti Basilica di San Marco, dan menara bel (Bell Tower). Dengan membayar tiket kalian bisa naik ke menara bel (Bell Tower) untuk melihat pemandangan kota dari ketinggian. Saat musim liburan tiba, alun-alun ini menjadi demikian padatnya dengan turis. Basilica di San Marco sesuai namanya diabadikan untuk Santo Markus penginjil, salah satu penulis kitab suci,

Basilica di San Marco
Torre dell’Orologio atau St. Mark Clocktower

Dari alun-alun St. Mark kami lanjut menuju Ponte di Rialto atau Rialto Bridge yang merupakan jembatan tertua di sini.

Kami melewati lorong-lorong yang di kiri kanannya merupakan deretan toko-toko yang menjual makanan, cendera mata, perhiasan, dan restaurant.

Rialto Bridge

Tanpa terasa perut sudah minta diisi dan salah satu makanan khas Venezia adalah spaghetti hitam atau biasa disebut Spaghetti al Nero

Oh ya, disini banyak dijual sea food goreng juga, silahkan cicipin gorengan ala Venezia, ini contohnya dengan isi ikan, udang, dan cumi serta ada bubur di bagian bawahnya.

irkusnardi

Explore The World and Taste Their Culinary

Leave a Reply

Translate

Subscribe to Blog via Email

Meet me on Twitter

About the Author

Welcome to ceritaiwan. Hi, my name is Iwan. I create…